Showing posts with label Paper Pembelajaran IPA SD. Show all posts
Showing posts with label Paper Pembelajaran IPA SD. Show all posts

Perangkat Pembelajaran IPA SD dan Pengembangannya


Perangkat Pembelajaran IPA SD dan Pengembangannya
         1.         Silabus
Silabus didefinisikan sebagai rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokan, pengurutan dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan daerah setempat (Majid, 2012). Silabus merupakan penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok – pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kemampuan dasar.
Silabus perlu dikembangkan oleh seorang pendidik sebelum melaksanakan pembelajaran, silabus juga dapat digunakan oleh pendidik sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran seperti pembuatan rencana pembelajaran, pengelolaan kegiatan pembelajaran mulai dari skenario pembelajaran, media dan penilaian yang digunakan oleh seorang pendidik, sehingga pendidik dapat dengan mudah melaksanakan pembelajaran yang lebih tertata.
Pengembangan silabus diperlukan beberapa syarat utama yaitu:
         a)         Ilmiah
         b)         Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa
         c)         Sistematis
         d)         Relevansi, konsistensi dan kecukupan.
Unsur pada silabus pada umumnya paling sedikit terdapat, Identitas silabus, kompetensi dasar, materi pokok, indikator, pengalaman belajar, penilaian, sumber dan media. Secara terperinci langkah- langkah pengembangan silabus terdiri dari:
a.       Penulisan identitas
Penulisan identitas dilakukan dengan menuliskan nama mata pelajaran, nama sekolah, kelas, semester, standar kompetensi. Informasi ini akan membantu guru mendapatkan kejelasan tingkat pengetahuan prasyarat siswa.
b.      Penentuan Standar Kompetensi
Penentuan standar kompetensi harus dilakukan secara hati – hati dan memperhatikan standar nasional, sehingga pemerintah pusat masih dapat mengontrol mutu sekolah, sehingga kualitas sekolah tidak bervariasi. c. Penentuan
c.       Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap minimal yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk menunjukkan siswa telah menguasai standar kompetensi yang ditetapkan. Penentuan Kompetensi dasar melalui pendekatan prosedural, hirarkis dari mudah ke sulit, dari konkrit ke abstrak.
d.      Penentuan Materi pokok
Materi pokok adalah pokok pembelajaran yang harus dipelajari siswa sebagai sarana pencapaian kompetensi dan yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar. Menurut Reigeluth dalam Majid (2012) mengklasifikasikan materi pembeljaaran menjadi 4 jenis yaitu: fakta, konsep, prinsip dan prosedur.

Berikut klasifikasi materi (Majid, 2012):
Fakta
Konsep
Prosedur
Prinsip
Menyebutkan kapan, berapa, dimana dan nam
Definisi
Identifikasi
Klasifikasi
Ciri-ciri
Diagram Alir
Penerapan dalil, hokum, rumus atau hipotesis.

Langkah-langkah mengerjakan secara urut

Fakta adalah asosiasi antara objek, peristiwa atau simbol yang ada atau mungkin ada dalam lingkungan nyata atau imajinasi. Misalnya nama objek, tempat, orang dan lambang. Konsep adalah sekelompok objek atau peristiwa atau symbol yang memiliki karakteristik umum yang sama dan diidentifikasi dengan nama yang sama. Konsep berupa pengertian, definisi dan hakikat.
Prinsip adalah hubungan sebab akibat antara konsep, misalnya konsep suhu dengan kemuaian benda, semakin tinggi suhu suatu benda maka benda tersebut akan memuai lebih besar. Prosedur adalah urutan langkah untuk mencapai suatu tujuan, memecahkan maslaah tertentu atau membuat sesuatu secara urut, misalnya langkah – langkah menimbang suatu benda menggunakan neraca digital.
e.       Penentuan Pengalaman Belajar
Pengalaman belajar adalah aktivitas yang dilakukan oleh guru dan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan yang dicapai. Pengalaman belajar akan lebih baik dituliskan kegiatan peserta didik selam proses pembelajaran. Pengalaman belajar dapat dilakukan di luar ataupun di dalam kelas tergantung dari materi yang akan disampaikan siswa. Penjabaran Kompetensi dasar menjadi Indikator
Indikator merupakan penanda adanya perubahan perilaku peserta didik, setalah melaksanakan proses pembelajaran. Tanda tersebut harus spesifik, terukur dan dapat diamati. Indikator dirumuskan dalam kata kerja operasional yang dapat diukur dan dibuat instrumen penilaiannya.
f.       Penjabaran Indikator ke dalam instrumen penelitian
Indikator selanjutnya dikembangkan kedalam instrumen penilaian, melalui instrumen ini indikator yang diinginkan pada peserta didik, dapat diukur oleh guru. Instrumen penilaian ini dijabarkan menjadi 3 instrumen penilaian meliputi jenis tagihan, bentuk instrumen dan contoh instrumen. Jenis tagihan misalnya kuis, pertanyaan lisan, ulangan harian, ulangan blok, tugas individu, tugas kelompok dan ujian praktek
g.      Penentuan Alokasi Waktu
Waktu disini merupakan lama siswa mempelajari materi yang akan disampaikan selama pembelajaran, penentuan alokasi waktu disesuaikan dengan tingkat kesukaran materi dan cakupan materi. Semakin sukar dan semakin luas suau materi, maka waktu yang dibutuhkan dalam menyampaikan materi tersebut juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit pula.


h.      Penentuan bahan ajar
Sumber ajar dalam hal ini adalah refensi baik pembuatan silabus atau materi yang digunakan dalam mengajar. Dengan mencantumkan sumber bacaan, kita terhindar dari perbuatan meniru atau menjiplak karya orang lain.  Sumber belajar yang digunakan disini dapa menggunakan tempat, benda, orang, buku atau peristiwa dan fakta yang terjadi.
         2.         RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) IPA
RPP merupakan penjabaran dari silabus pada tiap pertemuan atau lebih. Setiap guru dalam satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP. RPP disusun setiap KD. RPP mencakup beberapa unsur sebagai berikut:
a.       Identitas mata pelajaran: (satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, alokasi waktu)
b.      SK
c.       KD
d.      Indikator
e.       Tujuan Pembelajaran : menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik, pada penulisan tujuan pembelajaran dapat menggunakan kaidah ABCD. A (Audience), B(Behaviour), C( Condition) , D (Degree). Contoh tujuan pembelajaran yaitu: Siswa (A) dapat menyebutkan fungsi daun (B) melalui kegiatan eksperimen (C) dengan benar (D).
f.       Materi ajar : memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir –butir sesuai dengan rumusan indikator kompetensi.
g.      Metode / model pembelajaran yang digunakan oleh guru: merupakan cara yang digunakan guru untuk mewujudkan susasana pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
h.      Kegiatan pembelajaran:
Langkah – langkah yang dilakukan selama proses pembelajaran dalam setiap pertemuan. Setidaknya kegiatan pembelajaran terdiri dari:
ð       Kegiatan pendahuluan : Berisi kegiatan apresiasi (salam, doa, pengaitan antara materi dengan konteks kehidupan siswa dan materi yang telah dijelaskan sebelumnya.
ð       Kegiatan inti terdiri dari eksplorasi (kegiatan mengeksplorasi pengetahuan siswa melalui beberapa pertanyaan yang mengarahkan pada materi yang akan dipelajari, elaborasi (kegiatan dimana guru mengarahkan kegiatan siswa dapat berupa diskusi atau ceramah dan konfirmasi (kegiatan ini dapat berupa kegiatan menyampaikan hasil diskusi, kesimpulan dan konfirmasi beberapa hal yang belum dimengerti oleh siswa)
ð       Kegiatan penutup : merupakan kegiatan konfimasi ulang hasil pembelajaran yang telah dilakukan dan dapat berupa kegiatan evaluasi.
i.        Penilaian hasil belajar
Yaitu secara ringkas prosedur dan instrumen penilaian serta hasil dan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan indikator dan mengacau pada SK dan KD yang telah ditentukan.
j.        Sumber Belajar
Penentuan sumber belajar ditentukan oleh SK dan KD yang ditetapkan, materi ajar, kegiatan dan indicator pembelajaran.
         3.         Bahan ajar IPA
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan berupa seperangkat materi yang disusun secara sistematis untuk membantu siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memungkinkan peserta didik untuk belajar (Kurniasih dan Sani, 2014). Menurut Widodo dan Jasmadi dalam Lestari (2012) Menyatakan bahwa bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan – batasan dan cara mengevaluasi yang didesaian secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Pengertian ini menggambarkan bahwa bahan ajar hendaknya disusun sesuai kebutuhan guru dalam mengajar.
Sebuah bahan ajar yang baik mencakup hal – hal sebagai berikut (Lestari, 2012):
a.       Ada petunjuk belajar (Bagi guru dan siswa)
b.      Kompetensi yang ingin dicapai
c.       Informasi pendukung
d.      Latihan – latihan
e.       Petunjuk kerja dapat berupa lembar kerja (LK)
f.       Evaluasi
Bahan ajar memiliki beberapa bentuk, dalam buku ini akan dijabarkan dua bentuk bahan ajar yaitu modul dan LKS.

a.       Modul IPA
Modul adalah seperangkat bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga pembacanya dapat belajar dengan atau tanpa seorang guru atau fasilitator. Modul dapat dijadikan sebagai pengganti fungsi guru. Dalam pembelajaran IPA diharapkan modul mampu mengakomodasi kegiatan siswa berupa kegiatan mencari dan mengamati suatu materi untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa.
Penulisan modul dapat dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut:
         a)         Perumusan kompetensi yang harus dikuasai
Kompetensi yang akan dicapai adalah kompetensi yang hendak dimiliki oleh siswa setelah siswa tersebut berhasil menyelesaikan modul tersebut.
         b)         Menentukan alat penilaian
Sistem evaluasi yang digunakan juga disesuaikan dengan penguasaan kompetensi yang akan dicapai.
         c)         Penyusunan materi
Materi modul tidak harus ditulis seluruhnya, dapat saja dalam modul itu ditunjukkan referensi yang dapat dirujuk oleh siswa sebagai bahan bacaan. Penulisan materi membutuhkan ilustrasi untuk menambah daya tarik dan pemahaman siswa dalam membaca modul
         d)         Urutan pembelajaran
Urutan pembelajaran dalam modul diberikan petunjuk bagi pembacanya dimana dalam petunjuk tersebut diarahkan kepada hal – hal yang harus dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan oleh siswa, sehingga siswa dapat belajar secara mandiri tanpa ada panduan guru selama proses pembelajaran.
Secara umum modul minimal memiliki struktur sebagai berikut: judul, petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, informasi pendukung, latihan – latihan, petunjuk kerja dpaat berupa Lembar kerja (LK), evaluasi dan penilaian.

b.      LKS (Lembar kerja Siswa) IPA
LKS merupakan lembaran yang berisi kegiatan – kegiatan siswa selama proses pembelajaran. Lembar kerja yang berisi informasi /perintah dari guru kepada siswa untuk melakukan sesuatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktik, atau bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan. LKS memiliki peranan dalam pembentukan sikap, pengetahuan maupun keterampilan siswa. LKS yang baik akan mampu mengembangkan ketiga ranah tersebut.  Secara umum LKS memiliki fungsi sebagai berikut, menciptakan pembelajaran bermakna, meningkatkan keterlibatan siswa, mengembangkan ketrampilan proses, sikap ilmiah, dan meningkatkan minat siswa terhadap lingkungan sekitarnya dan pembelajaran.
Adapun prinsip penilaian adalah sebagai berikut (Majid, 2012):
a.        Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran.
b.       Penilaian mencerminkan masalah dunia nyata
c.        Penilaian menggunakan ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan pengalaman belajar
d.       Penilaian harus bersifat holistik yang mencapai seluruh aspek tujuan pembelajaran (Afektif, kognitif dan psikomotor).
Penilaian memiliki beberapa fungsi dalam proses pembelajaran:
a.        Fungsi motivasi
Evaluasi yang dilakukan oleh guru harus mampu membangkitkan minat atau motivasi siswa khususnya siswa SD. Melalui evaluasi siswa akan termotivasi untuk lebih baik dibandingkan dengan teman – temannya, serta siswa dapat berlatih melalui tugas, latihan dan ulangan. Dari latihan ini, akan terdorong untuk terus belajar dan siswa akan mengetahui atau menjadi gambaran bagi siswa tentang hal – hal yang belum diketahui ataupun sudah diketahui.
b.       Fungsi belajar tuntas
Evaluasi dapat digunakan sebagai penentu ketuntasan belajar siswa, melalui evaluasi guru akan mengetahui apakah semua atau sebagain kecil siswa yang telah menguasai kemampuan yang telah diajarkan. Sehingga
berdasarkan data tersebut dapat diambil tindakan untuk memperbaiki agar siswa dapat tuntas dalam belajar.
c.        Fungsi sebagai indikator efektifitas pengajaran
Pembelajaran tidak hanya pada saat pelaksanaan di dalam kelas, namun pembelajaran juga diawali dari proses perencanaan, berdasarkan hasil evaluasi siswa yang diperoleh akan dapat dijadikan guru sebagai pengukur atau indikator keberhasilan program dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, sehingga guru bisa melihat keefektifan program yang telah diajalankan.
d.       Fungsi umpan balik
Fungsi umpak balik disini diartikan sebagai umpan balik bagi guru dan siswa.Bagi siswa umpan balik evaluasi adalah mengetahui kelemahan – kelemahan yang dimiliki oleh siswa dan siswa diminta untuk melakukan latihan dan pengayaan yang dianggap perlu. Bagi guru seperti yang telah dijelaskan sebelumnya berdasarkan evaluasi akan diketahui kesalahan – kesalahan yang telah dilakukan guru, sehingga guru dapat melakukan perbaikan terhadap kesalahan tersebut.
Penilaian memiliki beberapa ragam. Berikut ini akan dijabarkan beberapa ragam penilaian:
1.       Tes tertulis
Penilaian tertulis pada dasarnya merupakan tes dalam bentuk tulisan. Terdapat beberapa bentuk instrumen pada tes tertulis diantaranya:
a.       Obyektif : Pilihan Ganda, Benar- Salah, Menjodohkan
b.      Non Obyektif : Jawaban Singkat, Uraian Obyektif, Uraian Bebas
2.   Tes Non Tulis
a.       Penilaian kinerja
Merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta diminta untuk mendemonstrasikan suatu pemahaman atau aplikasi suatu pengetahuan. Misalnya siswa diminta untuk melakukan eksperimen yang menyelidiki tentang sifat –sifat zat,
b.      Penilaian portofolio
Portofolio merupakan kumpulan atau berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi penilaian yang disusun berdasarkan urutan kategori kegiatan. Misalnya hasil kelompok, individu siswa, laporan kegiatan.
c.       Penilaian proyek
Proyek disini adalah tugas yang harus diselesaikan dalam periode tertentu. Tugas tersebut dapat dimulai dari pengumpulan, pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data. Proyek ini akan memberikan informasi tentang pemahaman dan pengetahuan siswa pada pembelajaran tertentu, kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan dan mengkomunikasikan informasi.
d.      Penilaian produk
Penilaian produk adalah penilaian tehadap hasil karya peserta didik dari tugas yang telah ditetapkan oleh guru.

Pertanyaan :
         1.         Jelaskan 4 syarat utama yang diperlukan dalam pengembangan Silabus?
Jawab:
Pengembangan silabus diperlukan beberapa syarat utama yaitu:
a.        Ilmiah
Materi yang disajikan harus memenuhi kebenaran ilmiah dimana dalam proses dalam silabus, tidak mengarahkan pada miskonsepsi terhadap materi yang akan dipelajari siswa.
b.       Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa
Kedalaman, tingkat kesukaran dan cakupan serta urutan penyajian materi disesuaikan dengan perkembangan siswa yang akan diberikan pembelajaran.
c.        Sistematis
Sebagai suatu sistem, silabus merupakan satu kesatuan yang memiliki tujuan serta tiap komponen yang ada pada silabus memiliki keterkaitan.
d.       Relevansi, konsistensi dan kecukupan.
Penyususnan silabus diharapkan sesuai atau tidak jauh berbeda dengan kurikulum yang ditetapkan. Keseuaian ini dipandang dari kedalaman, cakupan dan tingkat kesukaran pada materi yang akan dikembangkan.




Kesimpulan
Perencanaan Pembelajaran merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru. Perencanaan pembelajaran yang baik akan mendukung pelaksanaan pembelajaran yang baik pula. Pengetahuan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran sangat dibutuhkan saat menjadi guru kelak. Silabus digunakan untuk mengembangkan kompetensi yang telah ditetapkan pemerintah menjadi bentuk yang lebih rinci pada satu semester dan merupakan dasar untuk mengembangkan rencana pembelajaran menjadi lebih detail.
Saran
Sebagai calon pendidik kita harus menguasai apa saja bahan ajar yang kita berikan kepada peserta didik, kita juga harus memiliki wawasan yang luas, agar mampu menarik perhatian siswa pada saat pembelaran agar tidak bosan. Semoga dengan membaca makalah ini dapat menambah wawasan kita  terhadap pembelajaran silabus.



Daftar Pustaka

Kumala, Farida Nur 2016.Pembelajaran IPA SD. Malang: Ediide  Infografika.
Majid, A. 2012.Perencanaan Pembelajaran MengembangkanStandar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosda Karya
Kurniasih dan Sani. 2014. Panduan Membuat Bahan Ajar Buku Teks Pelajaran Sesuai dengan Kurikulum 2013. Surabaya:Kata Pena.
Lestari, I. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis KompetensiSesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Padang:Akademia.

Metode Pembelajaran IPA SD


Metode Pembelajaran IPA SD




Oleh :

Annisa Diva Siti Nurbarani
1701414004




Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Cokroaminoto Palopo
2018/2019





Metode Pembelajaran IPA SD
Metode mengajar merupakan cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Metode belajar yang dipilih menenetukan kegiatan belajar atau interaksi antara guru dan siswa. Dalam interkasi ini guru bergerak sebagai pembimbing dan siswa bergerak sebagai penerima atau yang dibimbing. Seorang guru harus menguasai metode pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam menguasai suatu materi. Berikut ini jenis – jenis metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA:
         1.         Metode Ceramah
Ceramah merupakan penuturan bahan pelajaran yang disampaiakan secara lisan (Sudjana, 2013). Metode ini tidak selamanya jelek jika digunakan dalam pembelajaran. Metode ini lebih sesuai jika diberikan pada materi yang berbentuk pengetahuan faktual ataupun deklaratif. Metode ini akan mendapatkan hasil yang baik jika didukung dengan menggunakan media dan skenario pembelajaran yang tepat. (Sudjana, N. 2013. Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar).
Dalam mempersiapkan metode ini perlu mempertimbangkan hal sebagai berikut (Sudjana, 2013):
         a)         Tujuan yang hendak dicapai
         b)         Bahan termasuk sumber belajar yang akan diajarkan
         c)         Media, alat dan fasilitas yang akan digunakan
         d)         Jumlah murid dan taraf kemampuan siswa
         e)         Kemampuan guru dalam menguasai materi tersebut
          f)         Situasi pada waktu tersebut
Metode ceramah terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut:
        (1)        Tahap persiapan
yaitu tahapan dimana guru menciptakan kondisi belajar yang baik sebelum mengajar.
        (2)        Tahap penyajian
Tahap ini merupakan tahap penyampaian materi pembelajaran.
        (3)        Tahap asosiasi
Pada tahap ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan dan membandingkan bahan ceramah yang diterimanya. Pada tahap ini guru dan sswa melakukan tanya jawab
        (4)        Tahap generalisasi dan kesimpulan
Tahap ini kelas menyimpulkan hasil ceramah yang umumnya siswa mencatat bahan yang diceramahkan
        (5)        Tahap evaluasi
Merupakan tahap terakhir untuk melakukan penilaian terhadap pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan oleh guru sebelmunya.
         2.         Metode diskusi – Presentasi
Metode ini merupakan metode dengan cara menyampaikan tujuan pembelajaran IPA dengan komunikasi interaktif dalam menyampiakan ide atau pendapat dalam suatu forum ilmiah untuk membahas suatu permasalahan IPA (wisudawati, 2015). Menurut Sudjana (2013) Metode diskusi pada dasarnya merupakan kegiatan tukar menukar informasi, pendapat dan unsur – unsur pengalaman secara teratur dengan maksud mendapatkan pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu. (Sudjana, N. 2013. Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar).
Metode diskusi mengsyaratkan adanya beberapa hal diantaranya, masalah yang akan dibahas, kumpulan siswa atau yang melakukan diskusi, serta pemandu diskusi. Masalah yang digunakan dalam kegiatan diskusi sebaiknya adalah permasalahan dalam kehidupan sehari – hari yang dikaitakan dengan materi yang akan dibahas. Misalnya materi yang akan dibahas adalah tentang sumber daya alam. Pada saat kegiatan diskusi, siswa diberikan permasalahan terkait dengan penggunaan sumber daya alam yang berlebihan saat ini serta dampaknya bagi lingkungan.
Metode ini memiliki beberpa langkah:
1)      Persiapan
Merupakan tahapan perencaanaan sebelum melakukan diskusi, dimana guru harus mampu menentukan tujuan pembelajaran, peserta diskusi, masalah yang akan disampaikan kepada siswa serta waktu dan tempat yang dibutuhhkan untuk diskusi
2)      Pelaksanaan
Pelaksanaan dimulai dari pembentukan kelompok diskusi beserta struktur kelompoknya (ketua dan sekertaris), membagi tugas dalam diskusi, merangsang siswa untuk berpartisipasi, mencatat ide yang penting, menghargai setiap pendapat yang diajukan
3)      Tindak lanjut diskusi
Pada tahap tindak lanjut berisi kesimpulan yang dilanjtkan presentasi hasil diskusi. Sebagai seorang guru juga memberikan penilaian sebagai perbaikan untuk diksusi yang akan datang.
         3.         Metode demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan metode yang sering digunakan guru IPA dalam mendemontrasikan sesuatu hal. Metode ini dilakukan dengan memperagakan barang, kejadian aturan atau suatu tahapan menggunakan media atau alat peraga yang ada yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
Menurut Wisudawati (2012) dalam pembelajaran IPA, metode ini dapat dilakukan dengan menghadirkan objek nyata ke kelas, pemodelan, urutan suatu kegiatan eksperimen . Misalnya pada pembelajaran ini guru mendemonstrasikan tentang proses daur air atau pun proses tata surya. Pemodelan dapat menggunakan KIT IPA. (Wisudawati dan Sulistyowati. 2014. Metodologi Pembelajaran IPA.)
Urutan kegiatan menggunakan metode demonstrasi diawali dengan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Kegiatan perencanaan dimulai dengan menentukan tujuan pembelajaran, alat dan bahan yang dibutuhkan, menyiapkan langkah – langkah pembelajaran demonstrasi. Pada tahap pelaksnaan yang dilakukan adalah dengan siswa mengamati kegiatan demonstrasi yang diberikan guru, melakukan tanya jawab untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk mencoba sehingga mereka memahami dan yakin terhadap materi tersebut. Pada tahap tindak lanjut, guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk membuat kerangka laporan.
         4.         Metode simulasi
Metode simulasi merupakan metode yang digunakan dalam pembelajaran IPA untuk mengabstraksi kenyataan yang ada dengan pemeranan yang hadir dalam bentuk peran (wisudawati, 2012). Metode ini merupakan metode yang menyenangkan yang membuat siswa merasa IPA sebagai pembelajaran yang menyulitkan, karena siswa merasa memerankan sesuatu hal. Tugas pemeranan ini membuat siswa merasa percaya diri, kreatif dan senang sehingga dapat memotivasi siswa dalam belajar. (Wisudawati dan Sulistyowati. 2014. Metodologi Pembelajaran IPA.)
Materi Pembelajaran IPA dapat menggunakan metode ini misalnya dengan melakukan simulasi proses revolusi dan rotasi bumi. Dimana siswa mensimulasikan proses tersebut dengan cara ada seorang siswa yang menjadi bulan, bumi dan matahari. Siswa yang menjadi matahari tetap diam dan membawa senter sedangkan siswa yang menjadi bumi dan bulan terus berputar sesuai proses revolusi dan rotasi bumi. Sebelum melaksankan kegiatan ini diharapkan siswa yang melakukan simulasi harus paham dengan materi yang akan disimulasikan dengan perencanaan yang matang.
Simulasi tidak hanya dapat dilakukan pada siswa yang bermain peran, namun dapat dilakukan juga dengan cara menggunakan virtual laboartory (Virtual Labs) dimana simulasi pembelajaran dapat digantikan dengan simulasi komputer (virtual labs). Simulasi komputer dalam pembelajaran IPA merupakan simulasi eksperimen – eksperimen IPA yang berada di komputer yang dapat diakses melalui internet. Metode simulasi virtual labs ini merupakan metode yang praktis dan ekonomis terhadap bahan dan alat praktikum, guru dan siswa tidak perlu lagi menyiapkan bahan dan alat tersebut, karena siswa dapat melihat secara langsung kegiatan prkatikum yang dilakukan pada program tersebut, selain itu siswa dapat mengakses secara berulang – ulang proses yang diekperimenkan jika belum begitu mengerti. (Nur Kumala, Farida. 2016. Pembelajaran IPA Sekolah Dasar)
         5.         Metode Eksperimen
Metode eksperimen merupakan pengembangan dari metode ilmiah yang terdapat dalam IPA. Metode ini membantu siswa dalam memahami materi sesuai dengan fakta yang sebenarnya, karena siswa dapat mengamati secara langsung fakta yang ada pada sesuatu benda atau suatu proses. Metode eksperimen ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir, sikap ilmiah serta keterampilan proses IPA siswa. Kemampuan berpikir akan dapat ditingkatkan melalui pertanyaan - pertanyaan yang disampaikan oleh guru sebelum melakukan kegiatan eksperimen. Pertanyaan – pertanyaan ini akan memicu siswa untuk berpikir dan mencari tahu. Sehingga sebelum menggunakan metode ini, seorang guru sebaiknya menyiapkan pertanyaan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Sikap ilmiah dan keterampilan proses IPA dapat dikembangkan dengan cara siswa melakukan ekpserimen pastinya keterampilan proses khususnya dasar pasti sudah dilakasanakan oleh siswa. (Nur Kumala, Farida. 2016. Pembelajaran IPA Sekolah Dasar)
         6.         Metode Karyawisata
Metode karyawisata dalam hal ini bukan hanya karyawisata kunjungan ke tempat yang jauh atau ke tempat wisata, namun karyawisata disini dapat diartikan kunjungan atau belajar diluar kelas, misalnya siswa diajak guru untuk melakukan pendataan ke dinas kesehatan setempat untuk mengetahui jumlah pasien yang menderita penyakit peredaran darah seperti serangan jantung, stroke, varises dan lain lain.
Kegiatan karyawisata ini biasanya disukai oleh siswa, karena siswa belajar di luar kelas. Namun saat kegiatan karyawisata ini dilakukan perlu perhatian yang lebih besar kepada siswa, karena tingkat konsentrasi siswa di dalam kelas dan di luar kelas berbeda. Saat di luar kelas siswa cenderung kurang kondusif dibandingkan di dalam kelas. (Nur Kumala, Farida. 2016. Pembelajaran IPA Sekolah Dasar)






Kesimpulan
Metode mengajar merupakan cara yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Metode belajar yang dipilih menenetukan kegiatan belajar atau interaksi antara guru dan siswa. Dalam interkasi ini guru bergerak sebagai pembimbing dan siswa bergerak sebagai penerima atau yang dibimbing. Seorang guru harus menguasai metode pembelajaran untuk mempermudah siswa dalam menguasai suatu materi.

Saran
Dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus memakai berbagai metode yang digunakan yang disesuaikan dengan materi atau tujuan yang akan dicapai. Penguasaan metode pembelajaran oleh guru akan mempermudah guru dalam menentukan suasana pembelajaran yang diinginkan sehingga pada akhirnya mampu mencapai tujuan yang diharapkan.



Daftar Pustaka
Nur Kumala, Farida. 2016. Pembelajaran IPA Sekolah Dasar.Malang: Ediide Infografika.
Wisudawati dan Sulistyowati. 2014. Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjana, N. 2013. Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.